Cari Blog Ini

Memuat...

Masjid Sunan Sendang

Posted by R Nurhadi On 2 komentar
Lokasi :
Masjid di Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran, Kabupaten Larmongan. Desa Sendang Duwur kurang lebih 4 km berada di sebelah Tenggara Desa Paciran, tepatnya berada di sebuah bukit Arnituno atau Tunon berketinggian 50 -70 di atas permukaan laut.


Latar Belakang Sejarah :
Tokoh utama dari Sendang Duwur adalah Raden Nur Rahmad.Beliau berasal dari Desa Sedayu Lawas, tepatnya di Kecamatan Brondong. Raden Nur Rahmad adalah putera dari Abdul Qohar Bin Malik Bin Syeikh Abu Yazid AI Baghdi keturunan raja-raja Persia di negeri Iraq / orang iraq. Ibu Raden Nur Rahmad adalah Dewi Sukarsih, puteri dai Tumenggung Joyo di Sedayu Lawas. Setelah ayah Raden Nur Rahmad (Abdul Qohar) wafat, Raden Nur Rahmad diboyong oleh ibunya pindah ke Dusun Tenon guna menyebarkan agama Islam di sekitarar daerah tersebut Setelah mendapat gelar tersebut, Sunan Sendang diperintahkan oleh Sunan Drajad mendirikan masjid dan supayake Mantingan, Jepara, Jawa Tengah untuk menemui Mbok Randa Mantingan (Nyai Ratu Kalinyamat) guna membeli pendapanya seharga seyuto salebak ketheng (saketeng = Y2 sen). tapi Mbok Randa Mantingan tidak mau dibeli dengan uang melainkan dengan syarat Mbah Raden Nur Rahmad harus berpuasa 41 hari tidak tidur tidak makan dan tanpa bernafas. akhirnya setelah selesai puasa tersebut atas ijin Allah Raden Nur Rahmad Mengangkat masjid tersebut, dari jepara menuju Sendang Duwur, sewaktu diperjalanan sudah mendekati sendang duwur pintu masjid itu terjatuh di desa Paciran. dan orang - orang paciran menyimpan pintu tersebut. karna kejadian tersebut sampai saat ini meskipun ada orang paciran yang berilmu masih kalah ilmunya dengan orang sendang....istilahnya lebih tua sendang.entah kenapa, Wallahu a'lam... dalam waktu semalam saja, masjid tersebut sudah berada di atas gunung, persis dipuncaknya gunung. dan untuk meratakan gunung tersebut, Raden Nur Rahmad Mengambil segumpal/segenggam tanah yang ada dihutan dari desa solokuro dan segengggam dari hutan desa payaman solokuro Lamongan untyuk meratakan gunung tersebut...Suhanallah....hanya segenggam tanah Atas Ijin Allah.....Semua pasti bisa...yang kini jadi telaga dan ada Yang istimewa dari masjid itu, terbuat dari kayu lombok. Setelah masjid tersebut berdiri, di sekitar masjid kering tidak terdapat sumber air untuk berwudlu. Atas ijin Allah SWT maka di selatan masjid ada sebuah sumur Giling berkedalaman sekitar 35 m. Peristiwa terdapat dalam naskah berhuruf Arab Pegon yang disimpan oleh Bapak Masrur Hasan yang berbunyi : "Sampun lami-lami boten wonten toya kang celak wonten manjing asar ningali kukus lajeng dipun dudhuk sitinipun nuten kinarya sumur. Sampunipun lebet wonten duwung ngadeg peksinipun (keris) kacabut medal sumberipun toyalangkung agung "

Saat ini bangunan masjid tiban tersebut masjid sendang duwur sudah tidak terdapat kayu lomboknya, melainkan kayu jati,hanya ada satu saja dipinggiran kubahnya, karena sudah diganti oleh Mbah Raden Nur Rahmad, entah kenapa Hanya Allah Yang tau.

Gambar Yang Lain dari sisi Barat masjid, yang View nya begitu indah:

 











Inilah Bumi Sholawat....
Masih banyak sejarah dari bumi sholawat yang belum saya utarakan....kapan2 ja yach....semoga ini bermanfaat bagi kita semua, dan menambah wawasan kita untuk menumbuhkan iman kita sebagai muslim yang benar-benar ISLAM.
Comments
2 Comments

2 komentar:

yolanda mengatakan...

thn berdiri mesjid sendang duwur kpn,,,??

R Nurhadi mengatakan...

Entar tak tanyakan ama empunya ya? soalnya hanya tau sejarahnya doank, tapi tahun brpa pastinya kurang paham saya..