BumiSholawat

BumiSholawat

Sebuah Coretan Hitam Putih Putra Lamongan

Lapax Theme
MagaZimple Theme
Selamat Idul Fitri

Diposting oleh On 17.47 with No comments

selamat idul fitri, bumi
maafkan kami
selama ini
tidak semena-mena
kami memerkosamu

selamat idul fitri, langit
maafkan kami
selama ini
tidak henti-hentinya
kami mengelabukanmu

selamat idul fitri, mentari
maafkan kami
selama ini
tidak bosan-bosan
kami mengaburkanmu

selamat idul fitri, laut
maafkan kami
selama ini
tidak segan-segan
kami mengeruhkanmu

selamat idul fitri, burung-burung
maafkan kami
selama ini
tidak putus-putus
kami membrangusmu

selamat idul fitri, tetumbuhan
maafkan kami
selama ini
tidak puas-puas
kami menebasmu

selamat idul fitri, para pemimpin
maafkan kami
selama ini
tidak habis-habis
kami membiarkanmu

selamat idul fitri, rakyat
maafkan kami
selama ini
tidak sudah-sudah
kami mempergunakanmu.
Lebaran

Diposting oleh On 19.08 with 2 comments

Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada shahabat-shahabatnya: “Tahukah kalian siapa itu yang disebut orang bangkrut?” Mereka pun menjawab, “Kalau di kita, orang bangkrut ialah orang yang sudah tak lagi punya uang dan barang.”
Ternyata Nabi Muhammad SAW mempunyai maksud lain. Terbukti beliau berkata: “Sesungguhnya orang bangkrut di antara umatku ialah yang datang di hari kiamat kelak dengan membawa pahala-pahala salat, puasa, dan zakat; namun dalam pada itu sebelumnya pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, mengalirkan darah itu, dan memukul ini. Maka dari pahala-pahala kebaikannya, akan diambil dan diberikan kepada si ini dan si itu, kepada orang-orang yang yang telah ia lalimi. Jika pahala-pahala kebaikannya habis sebelum semua yang menjadi tanggungannya terhadap orang-orang dipenuhi, maka akan diambil dari keburukan-keburukan orang-orang itu dan ditimpakan kepadanya; kemudian dia pun dilemparkan ke neraka.” (Dari hadis shahih riwayat imam Muslim bersumber dari shahabat Abu Hurairah). Na’udzu billah min dzalik.

Dari pernyataan Nabi Muhammad SAW tersebut, kita menjadi tahu betapa pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama. Sering sekali kita menyaksikan orang yang mengaku umatnya Nabi Muhammad SAW seperti sangat mengandalkan amal ibadahnya bagi keselamatan dan kebahagiaannya di akhirat kelak. Orang ini begitu yakin akan selamat dari neraka dan akan masuk ke sorga karena dia merasa sudah melaksanakan sembahyang, puasa, zakat, dan haji. Bahkan sering kita melihat orang yang seperti itu kemudian memandang sebelah mata kepada orang lain yang dinilainya tidak setekun dia dalam beribadah.

Sedemikian yakinnya orang yang mengandalkan amal ibadah ritualnya itu, sehingga acap kali tidak menghiraukan orang lain dan tidak merasa perlu menjaga hubungan baik dengan sesama. Maka kita menyaksikan setiap hari seorang muslim dengan ringan melecehkan sesama saudaranya. Maka kita menyaksikan seorang haji –bahkan hampir setiap tahun naik haji—yang memperlakukan buruh-buruhnya secara tidak manusiawi. Menyaksikan orang yang rajin puasa tapi sekaligus rajin memakan harta rakyat. Kita menyaksikan orang yang rajin sembahyang sekaligus rajin merampas hak orang lain. Kita menyaksikan ustadz yang rajin mengkhotbahi orang dan sekaligus memprovokasi untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap sesama. Menyaksikan kelompok orang beragama tanpa merasa bersalah melakukan tindakan sewenang-wenang kepada hamba-hamba Allah karena merasa lebih benar dan lebih dekat kepadaNya. Dan seterusnya dan sebagainya.

Melihat sabda Nabi Muhammad SAW di atas, nyatalah bahwa meskipun orang pulang ke alam baka dengan membawa bekal banyak berupa ibadah-ibadah ritual, bisa bangkrut bila tidak menjaga hubungannya dengan sesama. Ketika di dunia banyak menyakiti dan merampas hak orang.

Maka sungguh bijaksana leluhur kita yang mentradisikan adanya halal-bi-halal setelah ritual puasa Ramadan. Dengan puasa dan salat malam di bulan Ramadan, diharapkan dosa-dosa yang langsung terhadap Allah, telah diampuni sesuai sabda Rasulullah SAW, “Man shaama Ramadhaana iimaanan waihtisaaban ghufira lahu maa taqaddama min dzanbihi.”, Barangsiapa puasa Ramadan karena iman dan mencari pahala Allah, maka akan diampuni dosanya yang sudah-sudah. “Man qaama Ramadhaana…” Barangsiapa mendirikan ibadah di bulan Ramadan karena iman dan mencari pahala Allah, maka akan diampuni dosanya yang sudah-sudah.


Setelah itu untuk menyempurnakan kefitrian kita sebagai manusia, ditradisikanlah saling bersilaturahmi dengan tujuan utama untuk saling memaafkan dan saling menghalalkan. Halal-bi-halal. Jangan sampai kesalahan-kesalahan terhadap sesama manusia kelak menjadi ganjalan dan menyita modal amal baik kita. Dengan demikian kita benar-benar lebaran, lepas dari ganjalan-ganjalan dan terbebaskan dari dosa-dosa baik yang langsung terhadap Tuhan maupun yang terhadap sesama hamba.

Sayangnya, di zaman modern ini, tradisi mulia lebaran dan halal-bi-halal tersebut sudah semakin terkikis maknanya. Upacara ‘mudik’ yang terus berlangsung pun, umumnya lebih merupakan ritual kangen-kangenan antar kerabat sendiri. Tradisi ‘open house’ juga lebih merupakan kunjungan silaturahmi seremonial bawahan kepada atasan. Tidak ada atau sudah jarang ada silaturahmi seperti dulu yang secara khusus berniat melebur kesalahan dan mencari kehalalan tanggungan yang terlanjur diperbuat terhadap sesama.
Yaa Rasulallah "Muhammad SAW"

Diposting oleh On 00.31 with No comments

“Ya Rasulullah, apakah tidak sebaiknya saya timpakan gunung itu kepada mereka, “ pinta Malaikat penjaga gunung geram atas hinaan pada Rasulullah. “Tak usah wahai malaikat, mereka hanyalah orang-orang yang belum tahu. Semoga Allah membukakan hati mereka pada kebenaran”, jawab Rasulullah seraya tersenyum. (sikap Rasul dlm menghadapi hinaan dan celaan orang-orang Thaif)..

Rindu kami padamu Ya Rasul
Rindu tiada terperi
Berabad jarak darimu Ya Rasul
Serasa dikau disini

Cinta ikhlasmu pada manusia
Bagai cahaya surga
Dapatkah kami membalas cintamu
Secara bersahaja

Rindu kami padamu Ya Rasul
Rindu tiada terperi
Berabad jarak darimu Ya Rasul
Serasa dikau disini

Cinta ikhlasmu pada manusia
Bagai cahaya surga
Dapatkah kami membalas cintamu
Secara bersahaja

Rindu kami padamu Ya Rasul
Rindu tiada terperi
Berabad jarak darimu Ya Rasul
Serasa dikau disini
By. Bimbo

“Laqad kâna lakum fi rasulillah uswah hasanah li man kana yarjullâh wal yawmal akhîra wa dzakarallâha katsîra”. (Sudah ada bagimu pada diri Rasulullah teladan yang baik, yakni bagi orang-orang yang mengharap Allah dan hari akhir dan bagi orang yang banyak mengingat Allah)
Dalam QS. Al-Ahzab, 21 di atas, Allah mewartakan Nabi Muhammad Saw adalah uswatun hasanah, teladan yang baik. Kisah hidupnya adalah cermin spiritual dan moral bagi seluruh manusia. Kata dan lakunya menebarkan wangi kebajikan. Rasulullah adalah teladan. Ia mengajarkan umat manusia bagaimana bersabar dalam cobaan, menahan hawa amarah, membalas keburukan dengan kasih sayang.

Setelah Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam wafat, seketika itu pula kota Madinah bising dengan tangisan ummat Islam; antara percaya - tidak percaya, Rasul Yang Mulia telah meninggalkan para sahabat. Beberapa waktu kemudian, seorang arab badui menemui Umar dan dia meminta, "Ceritakan padaku akhlak Muhammad!". Umar menangis mendengar permintaan itu. Ia tak sanggup berkata apa-apa. Ia menyuruh Arab badui tersebut menemui Bilal. Setelah ditemui dan diajukan permintaan yg sama, Bilal pun menangis, ia tak sanggup menceritakan apapun. Bilal hanya dapat menyuruh orang tersebut menjumpai Ali bin Abi Thalib.

Orang Badui ini mulai heran. Bukankah Umar merupakan seorang sahabat senior Nabi, begitu pula Bilal, bukankah ia merupakan sahabat setia Nabi.

Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad Orang Badui ini mulai heran. Bukankah Umar merupakan seorang sahabat senior Nabi, begitu pula Bilal, bukankah ia merupakan sahabat setia Nabi. Mengapa mereka tak sanggup menceritakan akhlak Muhammad sallAllahu 'alayhi wasallam. Dengan berharap-harap cemas, Badui ini menemui Ali. Ali dengan linangan air mata berkata, "Ceritakan padaku keindahan dunia ini!." Badui ini menjawab, "Bagaimana mungkin aku dapat menceritakan segala keindahan dunia ini...." Ali menjawab, "Engkau tak sanggup menceritakan keindahan dunia padahal Allah telah berfirman bahwa sungguh dunia ini kecil dan hanyalah senda gurau belaka, lalu bagaimana aku dapat melukiskan akhlak Muhammad sallAllahu 'alayhi wasallam, sedangkan Allah telah berfirman bahwa sungguh Muhammad memiliki budi pekerti yang agung! (QS. Al-Qalam[68]: 4)"

Badui ini lalu menemui Siti Aisyah r.a. Isteri Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam yang sering disapa "Khumairah" oleh Nabi ini hanya menjawab, khuluquhu al-Qur'an (Akhlaknya Muhammad itu Al-Qur'an). Seakan-akan Aisyah ingin mengatakan bahwa Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam itu bagaikan Al-Qur'an berjalan. Badui ini tidak puas, bagaimana bisa ia segera menangkap akhlak Nabi kalau ia harus melihat ke seluruh kandungan Qur'an. Aisyah akhirnya menyarankan Badui ini untuk membaca dan menyimak QS Al-Mu'minun [23]: 1-11.

Bagi para sahabat, masing-masing memiliki kesan tersendiri dari pergaulannya dengan Nabi sallAllahu 'alayhi wasallam. Kalau mereka diminta menjelaskan seluruh akhlak Nabi, linangan air mata-lah jawabannya, karena mereka terkenang akan junjungan mereka. Paling-paling mereka hanya mampu menceritakan satu fragmen yang paling indah dan berkesan dalam interaksi mereka dengan Nabi terakhir ini.

Mari kita kembali ke Aisyah. Ketika ditanya, bagaimana perilaku Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam, Aisyah hanya menjawab, “Ah semua perilakunya indah.” Ketika didesak lagi, Aisyah baru bercerita saat terindah baginya, sebagai seorang isteri. “Ketika aku sudah berada di tempat tidur dan kami sudah masuk dalam selimut, dan kulit kami sudah bersentuhan, suamiku berkata, ‘Ya Aisyah, izinkan aku untuk menghadap Tuhanku terlebih dahulu.’” Apalagi yang dapat lebih membahagiakan seorang isteri, karena dalam sejumput episode tersebut terkumpul kasih sayang, kebersamaan, perhatian dan rasa hormat dari seorang suami, yang juga seorang utusan Allah.

Nabi Muhammad sallAllahu ‘alayhi wasallam jugalah yang membikin khawatir hati Aisyah ketika menjelang subuh Aisyah tidak mendapati suaminya disampingnya. Aisyah keluar membuka pintu rumah. terkejut ia bukan kepalang, melihat suaminya tidur di depan pintu. Aisyah berkata, “Mengapa engkau tidur di sini?” Nabi Muhammmad menjawab, “Aku pulang sudah larut malam, aku khawatir mengganggu tidurmu sehingga aku tidak mengetuk pintu. itulah sebabnya aku tidur di depan pintu.” Mari berkaca di diri kita masing-masing. Bagaimana perilaku kita terhadap isteri kita? Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam mengingatkan, “berhati-hatilah kamu terhadap isterimu, karena sungguh kamu akan ditanya di hari akhir tentangnya.” Para sahabat pada masa Nabi memperlakukan isteri mereka dengan hormat, mereka takut kalau wahyu turun dan mengecam mereka.

Buat sahabat yang lain, fragmen yang paling indah ketika sahabat tersebut terlambat datang ke Majelis Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Tempat sudah penuh sesak. Ia minta izin untuk mendapat tempat, namun sahabat yang lain tak ada yang mau memberinya tempat. Di tengah kebingungannya, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam memanggilnya. Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam memintanya duduk di dekatnya. Tidak cukup dengan itu, Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam pun melipat sorbannya lalu diberikan pada sahabat tersebut untuk dijadikan alas tempat duduk. Sahabat tersebut dengan berlinangan air mata, menerima sorban tersebut namun tidak menjadikannya alas duduk akan tetapi malah mencium sorban Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam tersebut.

Senangkah kita kalau orang yang kita hormati, pemimpin yang kita junjung tiba-tiba melayani kita bahkan memberikan sorbannya untuk tempat alas duduk kita. Bukankah kalau mendapat kartu lebaran dari seorang pejabat saja kita sangat bersuka cita. Begitulah akhlak Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam, sebagai pemimpin ia ingin menyenangkan dan melayani bawahannya. Dan tengoklah diri kita. Kita adalah pemimpin, bahkan untuk lingkup paling kecil sekalipun, sudahkah kita meniru akhlak Rasul Yang Mulia.
Dalam suatu kesempatan menjelang akhir hayatnya, Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam berkata pada para sahabat, “Mungkin sebentar lagi Allah akan memanggilku, aku tak ingin di padang mahsyar nanti ada diantara kalian yang ingin menuntut balas karena perbuatanku pada kalian. Bila ada yang keberatan dengan perbuatanku pada kalian, ucapkanlah!” Sahabat yang lain terdiam, namun ada seorang sahabat yang tiba-tiba bangkit dan berkata, “Dahulu ketika engkau memeriksa barisan di saat ingin pergi perang, kau meluruskan posisi aku dengan tongkatmu. Aku tak tahu apakah engkau sengaja atau tidak, tapi aku ingin menuntut qishash hari ini.” Para sahabat lain terpana, tidak menyangka ada yang berani berkata seperti itu. Kabarnya Umar langsung berdiri dan siap “membereskan” orang itu. Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam pun melarangnya. Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam pun menyuruh Bilal mengambil tongkat ke rumah beliau. Siti Aisyah yang berada di rumah Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam keheranan ketika Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam meminta tongkat. Setelah Bilal menjelaskan peristiwa yang terjadi, Aisyah pun semakin heran, mengapa ada sahabat yang berani berbuat senekad itu setelah semua yang Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam berikan pada mereka.

Rasul memberikan tongkat tersebut pada sahabat itu seraya menyingkapkan bajunya, sehingga terlihatlah perut Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam. Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam berkata, “Lakukanlah!”

Detik-detik berikutnya menjadi sangat menegangkan. Tetapi terjadi suatu keanehan. Sahabat tersebut malah menciumi perut Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam dan memeluk Nabi seraya menangis, “Sungguh maksud tujuanku hanyalah untuk memelukmu dan merasakan kulitku bersentuhan dengan tubuhmu!. Aku ikhlas atas semua perilakumu wahai Rasulullah”. Seketika itu juga terdengar ucapan, “Allahu Akbar” berkali-kali. Sahabat tersebut tahu, bahwa permintaan Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam itu tidak mungkin diucapkan kalau Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam tidak merasa bahwa ajalnya semakin dekat. Sahabat itu tahu bahwa saat perpisahan semakin dekat, ia ingin memeluk Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam sebelum Allah memanggil Nabi sallAllahu ‘alayhi wasallam ke hadirat-Nya.

Suatu pelajaran lagi buat kita. Menyakiti orang lain baik hati maupun badannya merupakan perbuatan yang amat tercela. Allah tidak akan memaafkan sebelum yang kita sakiti memaafkan kita. Rasul sallAllahu ‘alayhi wasallam pun sangat hati-hati karena khawatir ada orang yang beliau sakiti. Khawatirkah kita bila ada orang yang kita sakiti menuntut balas nanti di padang Mahsyar di depan Hakim Yang Maha Agung ditengah miliaran umat manusia?
Nabi Muhammad telah mengajarkan kita akan kesabaran dan kasih sayang. Sebab, cahaya Islam akan tersingkap dengan tingkah laku dan kata yang baik. Islam adalah rahmatanlil’alamin, Islam akan bercahaya dengan umatnya yang meneladani Manusia Terbaik di muka bumi ini. Kata kotor, laku kasar, caci maki dan benci justru akan menjauhkan manusia dari cahaya Islam. Kita seyogyanya malu, jika cahaya Islam itu terhalang oleh perilaku kita yang tidak mencontoh Nabi Muhammad SAW..

Ada beberapa petuah Rasul yang penuh hikmah;

Dari Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu-, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

1. Barangsiapa yang MENGHILANGKAN KESULITAN HIDUP yang dialami oleh seorang mukmin di DUNIA niscaya Allah akan LEPASKAN darinya beban KESULITAN HIDUP pada hari KIAMAT.

2. Barangsiapa yang MERINGANKAN beban orang yang KESULITAN untuk MELUNASI HUTANGNYA maka Allah akan berikan KERINGANAN baginya di DUNIA dan di AKHIRAT.

3. Barangsiapa yang MENUTUPI KEBURUKAN seorang muslim maka Allah akan MENUTUPI KEBURKANNYA di DUNIA dan di AKHIRAT.

4. Allah senantiasa MENOLONG seorang hamba selama dia mau MENOLONG saudaranya.

5. Barangsiapa yang menempuh suatu JALAN dalam rangka MENCARI ILMU maka Allah akan MUDAHKAN baginya JALAN menuju SURGA.

6. Tidaklah suatu kaum berkumpul di dalam salah satu rumah Allah dengan MEMBACA KITABULLAH di dalamnya dan SALING MEMPELAJARINYA di antara mereka melainkan akan turun kepada mereka KETENANGAN dan KASIH SAYANG akan meliputi mereka serta para MALAIKAT akan meliputi mereka, Allah juga akan MENYEBUT0NYEBUT mereka di hadapan para malaikat yang ada di sisi-Nya.

7. Barangsiapa yang LAMBAT AMALNYA maka tingginya garis keturunannya tidak bisa MEMPERCEPAT PAHALA amalnya.”

(HR. Muslim dalam Kitab ad-Dzikr wa ad-Du’a wa at)

Pada Hari Jum’at lalu kita memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Moment tersebut tentunya akan mengingatkan kita kembali dan menambah kecintaan kita kepada Rasulullah, Namun kalau betul-betul mencintai Rasulullah tentunya bukan hanya mencintai Rasulullah di hari maulid saja melainkan ia mencintai Rasulullah setiap saat, karena Rasulullah ada di dalam hatinya. Karena itulah, di mana pun ia berada, maka ia akan selalu mengingat Rasulullah dan mencontoh seri tauladan beliau..

Disamping itu kita diharafkan tuk memperbanyak shalawatnya kepada Rasulullah.
Sabda Rasulullah:
Perbanyaklah umatku untuk bershalawat kepadaku kalau berharap untuk mendapatkan syafaatku.

Ada seorang sahabat Rasulullah yang bertanya kepada Rasulullah:
“Ya Rasulullah, saya suka berzikir dan berdoa, serta mengerjakan amalan-amalan lainnya. Berapa banyakkah seharusnya saya mengkhususkan bershalawat kepadamu? Apakah seperempat waktu zikir saya khususkan untuk bershalawat kepadamu?”
Rasulullah mengatakan, “Boleh, kalau kamu tambah lagi, maka itu baik buatmu.”
”Ya Rasulullah, saya mengusahakan setengah waktu untuk bershalawat kepadamu.”
”Itu baik. Tapi jika kamu menambah lagi, maka itu baik untukmu.”
”Ya Rasulullah, saya bershalawat kepadamu setiap saat dan setiap waktu.”
Kata Rasulullah,”Kalau kamu mengisi waktu banyak bershalawat kepadaku, maka Allah akan mengangakat kesusahan dan kesulitanmu, dan Allah akan menghapuskan dan mengampuni seluruh dosamu.” (H.R. Thabrani, Baihaqi, dan Imam Ahmad dalam musnadnya).

Catatan: tulisan ini disadur dari berbagai sumber, tidak ada maksud lain, melainkan semoga bermanfaat, mohon maaf dan koreksinya jika ada kesalahan, akhirnya semoga kita selalu ada dlm Rahmat, berkah serta lindungan Allah SWT amiin...
Sejarah Islam dipenuhi dengan peristiwa besar dan berpengaruh terhadap peradaban

Diposting oleh On 00.22 with No comments

Dengan menyebut Nama Allah. Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, segenap keluarga, para sahabat dan generasi penerusnya.

Sejarah Islam dipenuhi dengan peristiwa besar dan berpengaruh terhadap peradaban

Kita berada di sini, saat ini, dan dalam kondisi seperti ini adalah buah dari karya besar para pendahulu kita. Karena jasa merekalah saat ini kita menikmati kehidupan seperti sekarang. Oleh karena itu, sudah sepantasnyalah kita mengenang, mengingat, mempelajari, dan meneladani kehidupan dan perjuangan mereka.

“Barang siapa yang tidak berterimakasih kepada manusia, berarti tidak bersyukur kepada Allah.” (HR Ahmad dan Tirmidzi).

Tak terkecuali orang-orang besar yang telah mengukirkan karyanya dalam sejarah adalah wanita-wanita Islam. Para muslimah tersebut bahu membahu, berkontribusi dan turut berjuang bersama kaum lelaki dalam membela yang hak.

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS Yusuf: 111)

Musuh-musuh Islam tahu bahwa wanita merupakan salah satu unsur kekuatan masyarakat Islam. Musuh-musuh Islam telah menempuh berbagai cara untuk merusak wanita muslimah. Oleh karena itulah, kita harus kembali mengungkap kembali profil dan meneladani perjuangan wanita-wanita muslimah sebagai bekal untuk mengangkat harkat dan derajat wanita muslimah. Setiap pejuang muslimah memiliki keistimewaan dan sarat dengan nilai-nilai positif yang telah mengukirkan sejarahnya dalam sejarah Islam.

Berikut kita bisa menyimak beberapa profil dan meneladani para pejuang wanita Islam sepanjang sejarah.

A. Ummahat Al Mukminin

=Khadijah RA=
Nama lengkapnya Khadijah binti Khuwailid bin As’ad bin Abd Al Uzza’. Ia dilahirkan di Makkah tahun 68 sebelum hijrah. Ia adalah wanita yang sukses dalam perniagaan, seorang saudagar wanita terhormat dan kaya raya. Pada masa jahiliyah ia dipanggil Ath Thaharoh (wanita suci) karena ia senantiasa menjaga kehormatan dan kesucian dirinya. Orang-orang Quraisy menyebutnya sebagai pemimpin wanita Quraisy.

Rasulullah bersabda tentang Khadijah, “Allah tidak menggantikan untukku wanita yang lebih baik darinya. la beriman kepadaku di saat orang lain ingkar kepadaku, ia mempercayaiku di saat orang lain mendustakanku, ia menolongku dengan hartanya di saat orang lain tidak ada yang menolongku, dan Allah telah mengaruniakan kepadaku putra (dari hasil perkawinan dengan) nya sedang wanita-wanita lain tidak.”

Keistimewaan Khadijah:
1. Ia adalah wanita yang pertama kali memeluk Islam. Ia beriman kepada Nabi disaat semua orang kafir padanya.
2. Ia adalah wanita pertama yang dijamin masuk surga bahkan ia mendapat kabar gembira dari Allah, bahwa Allah telah membangunkan baginya rumah di surga.


Abu Hurairah RA menyatakan bahwa Jibril datang kepada Nabi SAW seraya berkata, “Wahai Rasulullah, Khadijah sedang berjalan kemari. Ia membawa wadah yang berisi kuah, makanan atau minuman. Jika ia sampai kepadamu, maka katakanlah bahwa Tuhannya dan aku menyampaikan salam kepadanya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepadanya bahwa ia mendapat sebuah rumah di dalam surga”. (Mutafaq ‘alaih)

1. Manusia pertama yang mendapat salam dari Allah yang disampaikan dari langit ke tujuh. Ia pantas menerimanya karena selalu setia mendampingi Nabi dalam kondisi seperti apapun.

Anas RA meriwayatkan bahwa ketika Jibril datang kepada Rasulullah saw yang sedang berduaan dengan Khadijah RA, Jibril berkata, “Sesungguhnya Allah menyampaikan salam kepada Khadijah”. Khadijah membalas, “Sesungguhnya Allah-lah As Salaam (Maha Pemberi Kesejahteraan). Sebaliknya kuucapkan salam kepada Jibril dan kepadamu. Semoga Allah melimpahkan kesejahteraan, rahmat dan berkahNya
kepadamu.” (HR An Nasa’i)

2. Wanita pertama yang layak dikategorikan shiddiq di antara wanita mukmin lainnya.

3. Mengorbankan seluruh hartanya untuk kepentingan Nabi.

4. Wanita yang memberikan keturunan bagi Nabi

5. Wanita yang matang dan cerdas, pandai menjaga kesucian,
dan terpandang bahkan sejak masa jahiliyah dan diberi gelar Ath Thahiroh (wanita yang suci). Ia adalah orang yang terhormat, taat beragama dan sangat dermawan.

6. Seluruh hidupnya di berikan untuk mendukung dan membela dakwah Nabi.

7. Orang yang pertama shalat bersama Nabi SAW
Kata Kata Yang Sering salah dalam Pengetikan, Waspadalah !

Diposting oleh On 15.08 with No comments

MOHON DIPERHATIKAN KESALAHAN PENULISAN AMIN DAN SALAM

Kesalahan penulisan Aamiin Yang sering Terjadi

Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :


1. ”AMIN” (aliF dan mim sama-samapendek),artinya AMAN, TENTRAM
2. “AAMIN” (alif panjang & mim pendek),artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
3.”AMIIN” (alif pendek & mim panjang),artinya JUJUR TERPERCAYA
4.“AAMIIN” (alif & mim sama-sama panjang),artinya YA TUHAN, KABULKANLAN DOA KAMI

Terus Bagaimana dengan pengucapan/ Penulisan “ Amien“ ???

Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari, karena ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do ’a ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat menyebutnya Amun-Ra)

Betapa Mudahnya Perempuan Tertipu

Diposting oleh On 14.40 with No comments

Berdasarkan dari betapa mudahnya wanita diperdaya oleh lelaki/cowok. Bahkan dengan sangat angkuhnya wanita sering berpendapat bahwa dirinya tidak akan mudah termakan rayuan gombal lelaki. Itu benar, karena dimasa sekarang ini tidak ada lelaki yang bibirnya bisa mengucapkan rayuan gombal seperti film-film Indonesia toempoe doeloe. Tetapi dengan pendidikan dan teknologi yang berkembang, metode kami berubah.

Kami bisa memanfaatkan semua SDM dan SDA yang ada di sekitar kami untuk menunjang tegaknya diagnosa “SERIUS” dihadapan target (wanita). Apakah property “nebeng”? Oh tidak! Bahkan hanya dengan kesederhanaan, malah jadi pamungkas yang cukup jitu untuk meluluhkan hati wanita incaran kami. Karena dengan kesederhanaan dan property seadanya, akan mendatangkan kesan ketulusan dan bersahaja. Yang kemudian menimbulkan cinta sepenuh hati, berakibat kepasrahan. Ini fokusnya, kepasrahan yang artinya diriku sepenuhnya kuserahkan padamu, termasuk my virgin (klo masih).

Wahai wanita, tidak semua diantara kami kaum lelaki mengincar hartamu, yang merupakan incaran kami sebenarnya adalah SEX, sejauh mana dirimu memberikan

Tujuan beribadah

Diposting oleh On 21.17 with No comments

Apa sebenarnya tujuan utama kita Beribadah ?
Tujuan Utama ibadah adalah "Takwa"

Firman Allah SWT :

يا أيها الناس اعبدوا ربكم الذي خلقكم والذين من قبلكم لعلكم تتقون
"Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan oang-orang sebelummu, agar kamu bertaqwa. (Al-Baqarah 21)
WPDealer 728x90